Nutrisi yang terkandung
dalam kacang kedelai sangat direkomendasikan untuk orang-orang dengan
gangguan jantung, diabetes dan darah tinggi. Selain itu, menurut dr.
Sonia Wibisono, setidaknya ada tiga manfaat yang bisa diperoleh dari
kebiasaan mengonsumsi kacang kedelai dan olahannya. Manfaat tersebut
antara lain memperlancar ASI, sebagai antioksidan dan menjaga kesehatan
wanita lanjut usia.
Sebaga pelancar ASI, kacang kedelai mengandung phytoestrogen yang dapat membantu ibu menyusui memproduksi ASI yang melimpah. Terutama bagi ibu menyusui yang bekerja.
"Wanita sekarang ini kan sangat aktif. Saat bekerja, biasanya produksi ASI nya akan sedikit berkurang. Kita bisa mengakalinya dengan memperbanyak konsumsi kacang kedelai," ujarnya disela-sela acara Sehat dan Awet muda dengan Kacang kedelai di Pisa Kafe Menteng, Rabu, 26 Februari 2014.
Bukan hanya dapat memperlancar ASI, kandungan phytoestrogen dalam kacang kedelai juga membantu menambah hormon estrogen pada wanita lanjut usia yang mulai mengalami menopause. Karena saat mengalami menopause biasanya kandungan estrogen pada wanita mulai menurun. Hal inilah yang meningkatkan penyakit jantung.
"Wanita itu kan pada dasarnya lebih terlindung dari penyakit jantung karena memiliki hormon estrogen yang lebih banyak dari pria. Tapi saat menopause, hormon tersebut cenderung berkurang," ujarnya.
Sedangkan kandungan saponinnya, mampu berfungsi sebagai antioksidan, mencegah penuaan dini dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kandungan isoflavonnya juga dapat memacu peningkatan kadar
superoxide dismutase (SOD) dalam darah, sehingga aktivitasnya sebagai antioksidan enzimatis meningkat.
Sebaga pelancar ASI, kacang kedelai mengandung phytoestrogen yang dapat membantu ibu menyusui memproduksi ASI yang melimpah. Terutama bagi ibu menyusui yang bekerja.
"Wanita sekarang ini kan sangat aktif. Saat bekerja, biasanya produksi ASI nya akan sedikit berkurang. Kita bisa mengakalinya dengan memperbanyak konsumsi kacang kedelai," ujarnya disela-sela acara Sehat dan Awet muda dengan Kacang kedelai di Pisa Kafe Menteng, Rabu, 26 Februari 2014.
Bukan hanya dapat memperlancar ASI, kandungan phytoestrogen dalam kacang kedelai juga membantu menambah hormon estrogen pada wanita lanjut usia yang mulai mengalami menopause. Karena saat mengalami menopause biasanya kandungan estrogen pada wanita mulai menurun. Hal inilah yang meningkatkan penyakit jantung.
"Wanita itu kan pada dasarnya lebih terlindung dari penyakit jantung karena memiliki hormon estrogen yang lebih banyak dari pria. Tapi saat menopause, hormon tersebut cenderung berkurang," ujarnya.
Sedangkan kandungan saponinnya, mampu berfungsi sebagai antioksidan, mencegah penuaan dini dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kandungan isoflavonnya juga dapat memacu peningkatan kadar
superoxide dismutase (SOD) dalam darah, sehingga aktivitasnya sebagai antioksidan enzimatis meningkat.
(Sumber : viva.co.id)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar